Widget edited by super-bee



MENGAPA WALIKOTA JOKOWI MAIN OVJ




Walikota yang satu ini memang amat sangat populer di kalangan arus bawah. Bisa dikatakan sejatinya seorang Jokowi bukanlah politisi meskipun dirinya naik atas nama Partai PDIP,  dia adalah "the real pemimpin" yang dekat dengan rakyatnya, bukan politisi yang sok mewakili rakyat tapi pada kenyataannya justru memperkaya diri dengan korupsi menggunakan jabatan.

Banyak sudah bentuk2 kesederhanaannya yang dituliskan ke media oleh wartawan-wartawan yang simpati karena sikap-sikapnya yang berbeda dibanding sejumlah pejabat di Republik ini. Tentang ketidak pernahannya mengambil gaji (bahkan jumlahnyapun dia tidak tahu), tentang hobbynya "blusukan" sidak turun ke bawah cuma naik sepeda onthel, tentang rumah dinasnya yang tak terlalu mencolok bahkan masih banyak terdapat lahan kosong hingga menyebabkan ular phyton 3 meter nyelonong masuk , tentang kehadirannya secara non formal ke sebuah acara musik metal, tentang antusiasmenya menggunakan produk mobil Esemka, dan masih banyak lagi.

Untuk mempopulerkan diri, para pejabat sering mengeluarkan dana khusus untuk pencitraan, baik menggunakan dana pribadi maupun dana pemerintah yang jelas-jelas uang rakyat. Mereka pasang spanduk atau banner dimana-mana, pajang-pajang photo diri di berbagai media periklanan sepanjang jalanan kota,  menyuap wartawan untuk mempublikasikan hal-hal tertentu terkait kebijakan,  tapi Jokowi sama sekali tidak pernah melakukannya.  Ketulusan Jokowi ini membuat para wartawan, baik yang bekerja pada media tertentu maupun yang bersifat citizen jurnalis, menuliskan apa yang dilakukan Jokowi tanpa tendensi tertentu. Murni simpati.

Kabar terbaru darinya adalah keikut sertaannya dalam program acara Opera Van Java atau OVJ milik TV Tran7.  Pada acara OVJ yang dari olahan kreatifnya memang menjaring segment menengah ke bawah ini, Jokowi di daulat sebagai bintang tamu dan membawakan sebuah lagu Rock.

"Nyanyi opo ya. (Lagu) Rocka Rolla (Judas Priest) atau Stairway to Heaven (Led Zeppelin). Tetapi cuma 'refrain'-nya saja mungkin," katanya saat di tanya wartawan. Joko Widodo dipastikan tampil ikut meramaikan pentas yang akan digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (17/3).

Ini lagi-lagi bukan strategi pencitraan para pejabat. Lewat acara ini Jokowi nampaknya  punya misi menaikkan kembali pamor kawasan Sriwedari Solo sebagai kawasan budaya seperti dulu.  Sriwedari lampau memang begitu terkenal dengan kesenian tradisional wayang orangnya. Setiap ada pertunjukan wayang, pengunjung selalu memadati kawasan tersebut. Sayangnya, seiring berkembangnya dunia hiburan, kawasan Sriwedari kini tak semarak seperti masa itu.

Point yang patut dicatat lainnya adalah, Jokowi ternyata bukan tipe pemimpin yang terlalu menjaga ketat wibawa. Dia ingin tampil apa adanya. Jujur.  OVJ selama ini dikenal sebagai acara hiburan yang para komediannya sering asal ceplos dan sering tidak kira-kira saat mengerjai para bintang tamu, baik secara kata-kata maupun secara fisik.  Dengan ikut acara ini, Jokowi nampaknya tak perduli dengan apa yang disebut wibawa-wibawa'an atau citra-citra'an. Buatnya, dekat dengan rakyat sudah cukup. Dia tidak butuh disegani seperti keinginan para pejabat kebanyakan. Yang dia butuhkan cuma kedekatan emosional karena dengan demikian, sebagai Walikota, dia tahu apa yang dibutuhkan rakyatnya secara langsung.

Akankah Jokowi menjadi Presiden selanjutnya ?
SILAHKAN ANDA SHARE DI JEJARING SOSIAL BERIKUT INI :